Jumat, 01 Mei 2020

NGALAP BAROKAH KYAI DENGAN NGAJI RAMADHAN DI PONDOK PESANTREN AL-ILYASI

Tidak ada komentar:


Ngalap berkah (tabaruk) bagi santri adalah suatu hal yang lumrah terjadi di pesantren-pesantren di Indonesia. Seperti ketika ngaji ramadhan (mengaji kitab pada bulan puasa) yang diselenggarakan selama bulan Ramadhan. Ditengah-tengah pandemi Covid-19, Santriwan dan Santriwati tetap diwajibkan untuk kembali kepesantren selama 15 Hari (terhitung dari tanggal 1 Ramadhan) dengan tetap menerapkan prosedur keamanaan yang telah ditentukan untuk tetap waspada terhadap Covid-19.
Pesantren Al-Ilyasy mengisi Ngaji Ramadhan dengan beberapa Kitab Kuning, diantaranya adalah Kitab An-Nashoih Ad-Diniyyah Wal Washaya Al-Imaniyyah yang merupakan kitab akhlaq yang mengandung ilmu hal sebagai pedoman kehidupan praktis sehari-hari. Sama seperti kitab Risalatul Muawanah, kitab ini juga membahas berbagai aspek kehidupan dari mulai Niat, Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dari segi fadhail dan kaifiyahnya. Kitab Kuning ini biasa di kaji oleh masyarakat Indonesia dan Melayu yang belajar ke Yaman / Timur Tengah.

Mantan pengurus PP Al-Ilyasy, Ust. Moh. Fauzan Is mengatakan, sejak awal Ramadhan, Alumni, Simpatisan dan Santri sangat antusias mengikuti pengajian ini. Pengajian yang berlangsung setelah sholat ashar dipimpin langsung oleh Pengasuh PP Al-Ilyasy, KH. Mahally Mawardy.
Beliau memberikan pemaparan yang disertai dengan hadits dan ayat Al-Qur`an dengan pemahaman salafus sholeh yang sanad kelimuannya tidak diragukan lagi, pungkasnya.


Selain Kitab An-Nashoih Ad-Diniyyah, beliau juga mengajarkan Kitab Sulam al-Munajah Syarh Safinah ash-Shalah yang merupakan salah satu kitab dasar yang dijadikan bahan atau materi belajar membaca kitab di sebagian pesantren. Kitab ini tipis, hanya 28 halaman atau 14 lembar saja. Karena itulah sangat cocok untuk pemula yang belajar membaca kitab kuning gundulan alias tanpa harakat.

Cetakan versi lama yang hingga saat ini masih dipertahankan, kitab Sulam al-Munajah selalu disertai matan asli yang disyarah (dikomentari). Matan asli tersebut adalah Safinah ash-Shalah karya Sayyid Abdullah bin Umar bin Yahya al-Hadrami (1209-1265 H).
 
back to top