Jumat, 28 Juli 2017

Resolusi Aksi Bela Islam 28 Juli 2017 (287)

Tidak ada komentar:
Kami Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212, lewat seruan jihad konstitusional pada 28 Juli 2017 di Masjid Istiqlal, mengamati hal-hal berikut:

Sejak Bpk. Joko Widodo (Jokowi) jadi Presiden pada 20 Oktober 2014, kebijakan rezim Jokowi semakin menampakkan watak aslinya, yakni tidak ramah, tidak bersahabat, tidak simpatik pada umat Islam Indonesia. Setidaknya, tidak saja tidak simpatik, bahkan antipatik pada sebagian Umat Islam yang mengambil posisi kritis terhadap rezim kekuasaannya.
Kecenderungan pemihakan rezim jokowi pada kekuatan asing dan aseng juga semakin terasa.

Dalam kenyataan, kepentingan rakyat banyak yang dulu telah mengantarkannya ke tampuk pimpinan nasional, semakin sering diabaikan.
Khusus terhadap umat Islam, kebijakan rezim Jokowi terlihat jelas yakni politik pecah-belah. Kekuatan politik umat Islam diperlemah secara sistematik dengan menyalahgunakan kekuasaan. Tuduhan makar secara serampangan dialamatkan pada aktivis Islam yang ingin melihat keadilan, ditambah kriminalisasi ulama dan habaib secara semena-mena.

Penyalahgunaan kekuasaan oleh rezim semakin mengkhawatirkan, karena aparat keamanan diarahkan untuk menghajar rakyat Indonesia sendiri (terutama umat Islam) dan bahkan aparat pertahanan juga diseret-seret untuk kepentingan pelanggengan kekuasaan rezim.

Perppu No. 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan adalah bukti mutakhir, bagaimana rezim Jokowi lewat “payung hukum” yang zalim dapat leluasa membubarkan ormas-ormas yang tidak disukai oleh rezim. HTI adalah korban pertama Perppu zalim itu.
 Pembubaran ormas itu tidak perlu lewat pengadilan. Bila hal ini dibiarkan, dengan kata lain bila Perppu zalim itu disetujui oleh DPR-RI dan dibenarkan oleh MK, pilar demokrasi yang paling penting, yakni Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam 10 pasal dalam UUD 1945, langsung runtuh. Dan dengan cepat demokrasi kita berubah jadi otoriterisme.

Jokowi akan menjadi otokrat yang kepentingan politiknya dan kepentingan golongannya dipandang sebagai kepentingan nasional. Karena itu penyalahgunaan wewenang dan hukum rezim Jokowi tidak boleh dibiarkan, kalau kita tidak mau mengulangi kesalahan rezim orla dan rezim orba yang akhirnya memusuhi rakyatnya sendiri demi pelanggengan kekuasaan.

Berdasarkan pantauan singkat diatas, kami menyerukan beberapa seruan berikut ini:

1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia, terlepas dari mahzab yang diikuti, jamiyah yang menaungi, maupun partai yang diyakini, jangan lupa hakekatnya kita adalah satu tubuh. Baginda Rasulullah SAW telah bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih-sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur tubuh akan merasakan panas dan demam (HR. Muslim).

HTI adalah bagian integral dari umat. Kini HTI jadi korban pertama, dan kemungkinan besar akan diikuti oleh korban-korban berikutnya. Kalau ada bagian dari umat Islam yang bersuka cita melihat nasib HTI, mereka tidak sadar bahwa kekuatan Islamophobia tidak pernah kenal lelah untuk memusuhi Islam. Mereka pun pada gilirannya akan menjadi target juga.

2. Kepada DPR-RI, berpikirlah agak jauh kedepan. Jangan sampai perhitungan jangka pendek mengorbankan kepentingan besar jangka panjang. Jangan takut intimidasi, juga jangan lembek karena hadiah atau sogokan ini dan itu. Jadilah lembaga perwakilan rakyat sungguh-sungguh, bukan tukang stempel kemauan rezim dengan imbalan keduniaan.

3. Kepada MK, pertimbangkanlah dengan benar-benar usaha judicial review yang dilakukan oleh beberapa kalangan mengenai Perppu yang sangat kontroversial itu. Hindarkan jauh-jauh MK dari kepentingan kekuasaan rezim. MK adalah benteng terakhir untuk judicial review setiap UU/Perppu yang dinilai jauh dari rasa keadilan. Apalagi keputusan MK bersifat final dan mengikat. Mohon pertimbangkan segala hal yang langsung dan tidak langsung berhubungan dengan munculnya Perppu tersebut.

4. Kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan memberikan pendapat yang murni dari sisi agama, sehingga pendapat MUI menjadi berbobot. Jangan sampai memberikan pendapat ketengah masyarakat yang justru membuka pintu kesewenang-wenangan rezim Jokowi terhadap Umat Islam.

5. Akhirnya kepada Presiden Jokowi kami
ingatkan bahwa kekuasaan politik yang telah diperoleh lewat pilpres 2014, hanyalah titipan sementara dari Allah SWT.

Allah berkenan memperpanjang kekuasaan di dunia ini bagi Pak Jokowi, tetapi juga berkenan mencabutnya sesuai dengan kehendak-Nya.
Kata kuncinya, tunaikan amanah kekuasaan rakyat itu secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Masjid Istiqlal
28 Juli 2017
Aksi Bela Islam 287

Ketua Sekretaris

Rabu, 26 Juli 2017

Menyingkap Kebenaran Tentang Tamu Wanita Pada Waktu Maghrib

Tidak ada komentar:
Bukan tetamu, Tapi Inilah Wanita yang Suka Datang ke Rumah Kita Pada Waktu Maghrib.

Memang siapa yang hendak bertamu ke rumah orang pada waktu maghrib ? Maghrib adalah saat dimana matahari sudah tenggelam namun masih muncul dengan sinar yang terkadang berwarna jingga atau merah menyala , pada waktu itulah , seluruh umat Islam diperingatkan untuk segera menutup pintu dan jendela sambil mengucapkan bismillah agar wanita ini tidak datang ke rumah kita .

Siapakah wanita itu , apa yang dia lakukan di dalam rumah kita ? Ketahui bahawa dia bukanlah wanita baik , namun mampu membahayakan anak dan wanita yang sedang hamil .

Mungkin ada yang pernah dengar nama (Ummu Sibyan) atau pun tidak sebelum ini , (Ummu Sibyan) ini adalah jin dari kaum perempuan yang suka mengganggu bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun serta wanita hamil , sebab itulah anak-anak yang baru lahir harus diazankan terlebih dahulu agar bayi itu tidak di ikuti oleh jin ini .

Apa Kerja Jin Ummu Sibyan ?

Kerja dia tak lain tak bukan adalah mengganggu bayi yang baru lahir dan anak-anak (biasanya kurang dari 2 tahun) serta wanita yang hamil ,
jin Ummu Sibyan memiliki wajah yang mengerikan dengan mata 1 yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak , Ummu Sibyan juga dapat mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungan .

Seperti yang di ceritakan dalam kisah jin Ummu Sibyan dengan Nabi Sulaiman , jin ini mampu masuk ke dalam rahim orang perempuan dan mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar kaum wanita itu tidak mengandung .

Diceritakan juga jin ini masuk ke dalam perut orang perempuan yang hamil , di waktu janin di dalam kandungannya sedang tumbuh jin ini akan menendangnya , maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua .

Sungguh mengerikan bukan ? Bagaimana tandanya jika seorang bayi terkena gangguan jin Ummu Sibyan , diantaranya adalah ;

1. Bayi menangis melalak (matanya terbeliak memandang keatas/sudut tertentu)
2. Anak-anak jatuh seakan-akan didorong
3. Mengigau sambil menggemerutukkan gigi berulang kali
4. Demam panas hanya setelah Asar sampai sebelum Subuh .

Akibat gangguan di atas akan mengakibatkan hal seperti ini ;

1. Sawan tangis
2. Autisme (over hiperaktif)
3. Nakal dan keras kepala
4. Malas

Tanda-tanda Wanita Hamil Terkena Gangguan Jin Ummu Sibyan ;

1) Rasa sesak dada terutama setelah waktu asar , yang mungkin berlangsung sampai tengah malam
2) Kusut fikiran
3) Sakit di bahagian tulang-tulang belakang
4) Mengigau ketika tidur
5) Bermimpi dengan mimpi yang menakutkan

Cara Mengelak dari Gangguan Ummu Sibyan ;

1) Tutup pintu dan jendela rumah waktu Maghrib
2) Jangan angkat atau masukkan baju yang sudah dijemur diluar rumah pada waktu Maghrib (jemuran tak kering)

Cara mengatasi gangguan pada bayi/anak ;

1) Meniarapkan bayi/anak jangan matanya melihat ke arah itu , baca ayat Qursi dan Surah 3 Qul kemudian tiup ke ubun-ubunnya sampai berhenti menangis 2) Halau dengan bahasa sendiri seperti "wahai Ummu Sibyan pergilah kau keluar dari rumahku dan jangan ganggu anak anakku"

InsyaAllah dengan izin Allah ,
Ummu Sibyan akan pergi ...

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D
Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH BLOG INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…!!! *(Ikhwan C. Umam)

"AZAB KUBUR" KISAH NYATA ULAR MENUNGGU JENAZAH

Tidak ada komentar:





Kisah nyata yang anda baca ini bukan datang dari majalah atau tabloid,
tetapi kisah ini dari tanah perkuburan Sa’raya,Mekkah..
Pada beberapa tahun yang lalu ada seorang perempuan yang berumur 40an telah meninggal dunia..
Mereka telah mengusung jenazah beliau untuk dikebumikan ditanah perkuburan Al Ma’ala yakni lebih kurang 2 kilometer dari Masjidil Haram
setelah Shalat Dzuhur..
Namun ketika sampai di tanah perkuburan tersebut, alangkah terperanjatnya mereka bila mendapati seekor ular yang berwarna hitam sebesar paha bersisik tebal telah berada didalam liang lahat
(dalam kubur tersebut)..
SubhanALLAH..Keadaan ular tersebut amat mengerikan..
Mereka pun terus berlalu dari situ dan membawa jenazah wanita tersebut ke tanah perkuburan yang lain yakni di tanah perkuburan Sa’raya lebih kurang 8km Jauhnya..
Ketika mereka sampai di tanah perkuburan tersebut, rupa-rupanya ular hitam yang sama juga telah menunggu jenazah wanita yang ingin dikebumikan disitu..
ALLAHU AKBAR..Mereka mengambil keputusan untuk memindahkan serta mengangkat ular tersebut dan Meletakkan di luar yakni berjauhan sedikit dari kawasan tersebut dan mengkebumikan jenazah wanita itu..
(Namun aneh nya ular hitam itu tidak melakukan apa-apa bila disentuh oleh mereka)
Dengan segera mereka mengkebumikan mayat wanita itu..
Tiba-tiba Ular Hitam yang diletakkan berjauhan dari situ terus datang dan menjalar dengan cepat dan masuk ke dalam kubur wanita itu..

Subhanallah..
(Seperti menghujam ke dalam swimming pool dari atas –keadaan ketika ular itu masuk kedalam kubur)
Dan tidak berapa lama mereka mendengar bunyi seperti dahan-dahan pokok yang dipatah patahkan..
Dan ketika mereka melihat kedalam kubur wanita tersebut,
alangkah terperanjatnya karena ular hitam sedang membelit jenazah wanita itu serta mematah matahkan tulang jenazah itu …
SubhanALLAH..Ada beberapa orang yang berada di Sekitar kubur itu turut pingsan melihat kejadian itu..
Setelah diselidiki kenapa perkara tersebut bisa terjadi..??

Ternyata sewaktu hayatnya,wanita tersebut suka melewat lewatkan Shalat nya..
Marilah kita ambil I'tibar dan Renungan dari kejadian ini..

Semoga ALLAH Subhanahu Wata'ala menguatkan iman kita dalam mendirikan solat 5 waktu dari pada gangguan syaitan dan iblis Insya ALLAH..
Ini baru siksaan di dunia akibat melewatkan Shalat..??
Bagaimana kalau Siksaan Diakhirat Kelak Jika Tidak Sholat.??

Astaghfirullahhal'adzhiim..
Yuk,Bagikan Inspirasi bermanfaat ini,
semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,
Aamiin..

Selasa, 25 Juli 2017

Mengapa Detektor Logam Israel di Al-Aqsa Bikin Warga Palestina Murka?

Tidak ada komentar:






Detektor logam Israel di pintu masuk Masjidil Aqsa memicu petaka. Dengan dalih keamanan, hal ini justru membuat Muslim Palestina murka, turun ke jalan dan memicu bentrok berdarah.
Dalam sepekan terakhir ini kondisi Yerusalem tegang. Palestina memprotes keputusan Israel memasang detektor logam di gerbang Al-Aqsa. Sedikitnya tujuh warga Palestina dan tiga Israel tewas dalam ketegangan ini.
Komentar nyinyir dan pedas kemudian berseliweran di Twitter dan Facebook, mengecam warga Palestina yang marah hanya lantaran sebuah detektor logam. Bukankah benda itu juga banyak ditemui di berbagai tempat, hal biasa di kehidupan modern?

Alasannnya tidak sederhana. Kemarahan warga Palestina bukan soal keamanan saja, tapi keberadaan detektor logam itu telah mengusik kehidupan politik, agama, dan kedaulatan Palestina atas Masjidil Aqsa. Benda ini juga dianggap representasi dari penjajahan Israel di tanah suci tiga agama itu.

Israel mulai memasang detektor logam di pintu masuk Masjidil Aqsa pada 16 Juli lalu, dua hari setelah dua polisi Israel ditembak mati di Kota Tua Yerusalem. Detektor logam sebenarnya telah digunakan di gerbang untuk turis non-Muslim yang mengunjungi tempat itu, tapi tidak pernah di pintu Masjidil Aqsa.

Di antara alasan kemarahan warga Palestina adalah konsultasi. Palestina mengaku tidak diberitahukan sebelumnya soal detektor logam itu oleh Israel. Pemerintah Israel mengatakan telah menginformasikannya kepada Yordania, penjaga situs suci itu.

Pemasangan dan penggunaan detektor logam juga sangat cepat, langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat Palestina. Padahal, yang membunuh dua polisi Israel adalah warga Israel keturunan Arab, bukan orang Palestina.


Kemarahan Palestina ini bisa dipahami dengan merunut sejarah.

Pada tahun 1967 ketika Perang Timur Tengah Israel mencaplok Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua dengan Masjidil Aqsa di dalamnya. Pencaplokan oleh Israel tidak diakui Palestina dan komunitas internasional karena dianggap pelanggaran hukum internasional. Namun Israel tidak peduli dan tetap menerapkan keamanan ketat di Yerusalem Timur.

Sejak puluhan tahun, kompleks Masjidil Aqsa berada dalam status quo berdasarkan kesepakatan berbagai negara. Umat Yahudi dan Kristen boleh mengunjunginya, tapi hanya Muslim yang boleh beribadah di tempat itu. Israel awalnya mematuhi peraturan tersebut. Namun dari hari ke hari, Israel perlahan melanggarnya.

Umat Yahudi mulai berdatangan memasuki kompleks Masjidil Aqsa dan diam-diam beribadah. Masyarakat Palestina mulai merasa Israel diam-diam mencoba mencoreng status quo Masjidil Aqsa, terlebih lagi dengan pemasangan detektor logam kali ini.

Pemerintah Mahmoud Abbas mengatakan, seharusnya yang mengamankan Masjidil Aqsa adalah Muslim Palestina, bukan tentara Israel. "Kedaulatan masjid suci itu ada di tangan kami. Kami yang seharusnya mengawasi dan berdiri di gerbangnya," kata Presiden Otoritas Palestina itu.

Abbas langsung menghentikan seluruh kerja sama keamanan dan komunikasi politik dengan israel.

Bagi Muslim Palestina, dan Muslim di seluruh dunia, Masjidil Aqsa adalah satu dari tiga masjid suci, kiblat pertama umat Islam. Masjidil Aqsa juga jadi pembangkit semangat masyarakat Palestina bergerak menentang penjajahan Israel, di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza.

"Masalah kami bukan hanya gerbangnya (detektor logam), masalah kami adalah penjajahan Israel. Masjidil Aqsa bukan tempat untuk memasang gerbang keamanan, rasanya masjid ini jadi seperti punya Israel," kata Walid Alhawany, 48, pemilik toko di Kota Tua Yerusalem.

Kamis, 20 Juli 2017

SEBUTIR NASI INI MEMBUAT HABIB LUTHFI TERDIAM

Tidak ada komentar:
Dalam perjalanan mencari ilmu, Maulana Habib Lutfi Bin Yahya-Pekalongan berjumpa dengan seorang Kiai Sepuh. Romo Habib muda terheran-heran ketika menyaksikan akhlak kiai sepuh yang luar biasa. Yakni, ketika dhahar (makan), ada butiran nasi yang terjatuh lalu dipungut dan dikembalikan ke piring untuk dimakan kembali.

    "Kenapa harus diambil, Yai. Kan cuma nasi sebutir," ujar Romo Habib muda penasaran.

    "Lho, jangan dilihat sebutir nasinya, Yik. Apa kamu bisa bikin nasi sebutir ini, bahkan seper seribu menir saja?"

    Deg, terdiamlah Romo Habib muda. Kiai sepuh melanjutkan, "Ketahuilah, Yik. Pada saat kita makan nasi, sesungguhnya Gusti Allah telah menyatukan banyak sekali peran. Nasi itu namanya Sego Bin Beras Bin Gabah Al Pari. Mulai dari mencangkul, menggaru, meluku, menanam benih, memupuk, menjaga hama hingga memanen ada jasa banyak sekali orang. Kemudian mengolah gabah menjadi beras, dari beras menjadi nasi juga banyak sekali peran hamba Gusti Allah di sana."

    "Ketika ada satu butir nasi, atau menir sekalipun yang jatuh, ambillah. Jangan mentang-mentang kita masih banyak cadangan nasi. Itu bentuk dari takabur, dan Gusti Allah tidak suka dengan manusia yang takabur. Selama jatuh tidak kotor dan tidak membawa mudlorot bagi kesehatan kita, ambillah, satukanlah dengan nasi lainnya, sebagai bagian dari syukur kita".

    Romo Habib muda pun menyimak lebih dalam. "Karena itulah ketika akan makan, diajarkan doa: Allahumma bariklana (Ya Allah semoga Engkau memberkati Kami). Bukan Allahumma barikli (Ya Allah semoga Engkau memberkatiKU), walaupun sedang makan sendirian."

    "'Lana' itu maknanya untuk semuanya, mulai petani, pedagang, pengangkut, pemasak hingga penyaji semuanya termaktub dalam doa tersebut. Jadi doa tersebut, merupakan ucapan syukur serta mendoakan semua orang yang berperan dalam kehadiran nasi yang kita makan."

    "Dan satu lagi, mengapa wong makan kok ada doa: waqina ‘adzaban nar (jagalah kami dari siksa neraka). Apa hubungan, makan kok dengan neraka? Kan gak nyambung."

    "Inggih Yai. Kok bisa ya?" tanya Habib Luthfi muda, penasaran.

    "Begini, Yik. Kita makan ini hanya wasilah. Yang memberi kenyang itu Gusti Allah. Kalau kita makan dan menganggap bahwa yang mengenyangkan kita adalah makanan yang kita makan, maka takutlah, itu akan menjatuhkan kita dalam kemusyrikan. Dosa terbesar bagi orang beriman."

    "Astaghfirullahal ‘adhim..." batin Romo Habib muda, tidak menyangka maknanya sedalam itu.

    “Bayangkan saja, Yik. Demikian juga jika kita makan dan minum tapi tidak dijadikan hilang rasa lapar dan terhapus dahaga kita karena tidak dikendaki Gusti Allah, apalah jadinya?” [dutaislam/ ab]

Keterangan:
Kisah di atas diambil dari dawuh Habib Lutfi Bin Yahya-Pekalongan, 22 Januari 2017

Selasa, 18 Juli 2017

MINTA NOMER TOGEL Ke KH. ABDUL HAMID PASURUAN

Tidak ada komentar:
Suatu ketika ada seseorang meminta nomer togel ke Kyai Hamid. Oleh Kyai Hamid diberi dengan syarat jika dapat togel maka uangnya harus dibawa kehadapan Kyai Hamid. Maka orang tersebut benar-benar memasang nomer pemberian Kyai Hamid dan menang. Saran ditaati uang dibawa kehadapan Kyai Hamid. Oleh kyai uang tersebut dimasukan ke dalam bejana dan disuruh melihat apa isinya. Terlihat isinya darah dan belatung. Kyai Hamid berkata “tegakah saudara memberi makan anak istri saudara dengan darah dan belatung?” Orang tersebut menangis dan bertobat.

Setiap pergi ke manapun Kyai Hamid selalu didatangi oleh umat, yang berduyun duyun meminta doa padanya. Bahkan ketika naik haji ke mekkah pun banyak orang tak dikenal dari berbagai bangsa yang datang dan berebut mencium tangannya. darimana orang tau tentang derajat Kyai Hamid? Mengapa orang selalu datang memuliakannya? Konon inilah keistimewaan beliau, beliau derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT.

Pada suatu saat orde baru ingin mengajak Kyai Hamid masuk partai pemerintah. Kyai Hamid menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat. Ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kyai Hamid menerimanya dan menandatanganinya. Anehnya pulpen tak bisa keluar tinta, diganti polpen lain tetap tak mau keluar tinta. Akhirnya Kyai Hamid berkata: “Bukan saya yang gak mau tanda tangan, tapi bolpointnya gak mau”. Itulah Kyai Hamid dia menolak dengan cara yang halus dan tetap menghormati siapa saja yang bertamu kerumahnya.

Inilah beberapa dari banyak karomah Kyai Hamid. Kyai Hamid adalah realita nyata tentang munculnya seorang hamba Allah yang mempunyai kekuatan ma’rifat billah yang mumpuni dan kekuatan musyahadah atas nur tajalli dengan maqam wilayah yang amat tinggi. Dan kekuatan tersebut tentu tidak mungkin beliau dapatkan dengan serta merta tanpa melalui tahapan-tahapan amaliyah dan maqamat tarekat yang beliau jalani dan beliau istiqamahkan. Setidaknya -dari sirah Kyai Hamid yang dapat kita baca-, kualitas amaliyah dan maqamat itulah yang selalu beliau pancarkan dalam setiap gerak langkah beliau. Kewara’an, kezuhudan, ketawadlu’an, kesabaran, keistiqamahan, dan riyadlah.

Dan yang jelas, kekuatan ma’rifat dan wilayah tersebut hingga saat ini telah menjadi hamparan hikmah yang maha luas dan menebarkan harum pada sanubari tiap orang yang mengenalnya. Hingga siapapun tak akan pernah kehabisan untuk mengais suri tauladan atas keagungan akhlaknya dan menempa keberkahan yang telah beliau sebarkan dalam setiap relung hati dan palung hidup kita.

Sebelum menjadi kyai, semasa beliau mondok di Termas, Abdul Hamid (nama asli Kyai Hamid) banyak melakukan suluk tarekat secara sirri. Seperti sering pergi ke gunung dekat pondok Termas untuk melakukan khalwat dan dzikir. Tapi kalau ada orang datang, ia pura-pura mantheg (mengetapel) agar orang tidak tahu bahwa dia sedang berkhalwat. Amalan wirid juga sering beliau baca disela-sela aktifitasnya sebagai seorang santri. Bahkan, ketika sering diajak begadang untuk mencari jangkrik, Kyai Hamid segera membaca wirid ketika teman-temannya tidak melihatnya.

Lambat laun, aktifitas suluk Kyai Hamid dengan dzikir sirri (qalbi) dan membaca awrad semakin intens dilakukan di kamar Pondok. Bahkan diceritakan, semakin hari, Kyai Hamid semakin jarang keluar dari kamar untuk melakukan dzikir dan wirid tarekat tersebut. Sampai-sampai, kawan-kawannya menggodanya dengan mengunci pintu kamar dari luar.

Beliau bersikap hormat pada siapapun. Dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelata sampai yang berpangkat, semua dilayaninya, semua dihargainya. Misalnya, bila sedang menghadapi banyak tamu, beliau memberikan perhatian pada mereka semua. Mereka ditanyai satu per satu sehingga tak ada yang merasa disepelekan. “Yang paling berkesan dari Kiai Hamid adalah akhlaknya: penghargaannya pada orang, pada ilmu, pada orang alim, pada ulama. Juga tindak tanduknya,” kata Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. Mukti Ali, yang pernah menjadi junior sekaligus anak didiknya di Pesantren Tremas.

Beliau sangat menghormat pada ulama dan habaib. Di depan mereka, sikap beliau layaknya sikap seorang santri kepada kiainya. Bila mereka bertandang ke rumahnya, beliau sibuk melayani. Misalnya, ketika Sayid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki, seorang ulama kondang Mekah (yang baru saja wafat), bertamu, beliau sendiri yang mengambilkan suguhan, lalu mengajaknya bercakap sambil memijatinya. Padahal tamunya itu lebih muda usia.

Sikap tawadhu’ itulah, antara lain, rahasia “keberhasilan” beliau. Karena sikap ini beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari orang biasa sampai tokoh. Para kiai tidak merasa tersaingi, bahkan menaruh hormat ketika melihat sikap tawadhu’ beliau yang tulus, yang tidak dibuat-buat. Derajat beliau pun meningkat, baik di mata Allah maupun di mata manusia. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW., “Barangsiapa bersikap tawadhu’, Allah akan mengangkatnya.”

Beliau sangat penyabar, sementara pembawaan beliau halus sekali. Sebenarnya, di balik kehalusan itu tersimpan sikap keras dan temperamental. Hanya berkat riyadhah (latihan) yang panjang, beliau berhasil meredam sifat cepat marah itu dan menggantinya dengan sifat sabar luar biasa. Riyadhah telah memberi beliau kekuatan nan hebat untuk mengendalikan amarah.

Beliau, misalnya, dapat menahan amarah ketika disorongkan oleh seorang santri hingga hampir terjatuh. Padahal, santri itu telah melanggar aturan pondok, yaitu tidak tidur hingga lewat pukul 9 malam. Waktu itu hari sudah larut malam. Beliau disorongkan karena dikira seorang santri. “Sudah malam, ayo tidur, jangan sampai ketinggalan salat subuh berjamaah,” kata beliau dengan suara halus sekali.

Beliau juga tidak marah mendapati buah-buahan di kebun beliau habis dicuri para santri dan ayam-ayam ternak beliau ludes dipotong mereka. “Pokoknya, barang-barang di sini kalau ada yang mengambil (makan), berarti bukan rezeki kita,” kata beliau.
Pada saat-saat awal beliau memimpin Pondok Salafiyah, seorang tetangga sering melempari rumah beliau. Ketika tetangga itu punya hajat, beliau menyuruh seorang santri membawa beras dan daging ke rumah orang tersebut. Tentu saja orang itu kaget, dan sejak itu kapok, tidak mau mengulangi perbuatan usilnya tadi. Beliau juga tidak marah ketika seorang yang hasud mencuri daun pintu yang sudah dipasang pada bangunan baru di pondok.
Melalui riyadhah dan mujahadah (memerangi hawa nafsu) yang panjang, beliau telah berhasil membersihkan hati beliau dari berbagai penyakit. Tidak hanya penyakit takabur dan amarah, tapi juga penyakit lainnya. Beliau sudah berhasil menghalau rasa iri dan dengki. Beliau sering mengarahkan orang untuk bertanya kepada kiai lain mengenai masalah tertentu. “Sampeyan tanya saja kepada Kiai Ghofur, beliau ahlinya,” kata beliau kepada seorang yang bertanya masalah fiqih. Beliau pernah marah kepada rombongan tamu yang telah jauh-jauh datang ke tempat beliau, dan mengabaikan kiai di kampung mereka. Beliau tak segan “memberikan” sejumlah santrinya kepada KH. Abdur Rahman, yang tinggal di sebelah rumahnya, dan kepada Ustaz Sholeh, keponakannya yang mengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Salafiyah.

Menghilangkan rasa takabur memang sangat sulit. Terutama bagi orang yang memiliki kelebihan ilmu dan pengaruh. Ada yang tak kalah sulitnya untuk dihapus, yaitu kebiasaan menggunjing orang lain. Bahkan para kiai yang memiliki derajat tinggi pun umumnya tak lepas dari penyakit ini. Apakah menggunjing kiai saingannya atau orang lain. Kiai Hamid, menurut pengakuan banyak pihak, tak pernah melakukan hal ini. Kalau ada orang yang hendak bergunjing di depan beliau, beliau menyingkir. Sampai KH. Ali Ma’shum berkata, “Wali itu ya Kiai Hamid itulah. Beliau tidak mau menggunjing (ngrasani) orang lain.”

Kiai Hamid, seperti para wali lainnya, adalah tiang penyangga masyarakatnya. Tidak hanya di Pasuruan tapi juga di tempat-tempat lain. Beliau adalah sokoguru moralitas masyarakatnya. Beliau adalah cermin (untuk melihat borok-borok diri), beliau adalah teladan, beliau adalah panutan. Beliau dipuja, di mana-mana dirubung orang, ke mana-mana dikejar orang (walaupun beliau sendiri tidak suka, bahkan marah kalau ada yang mengkultuskan beliau).

Tanggal 9 rabiul awal 1403 H beliau berpulang ke rahmatulloh. Umat menangis, gerak kehidupan di Pasuruan seakan terhenti. Ratusan ribu orang membanjiri Pasuruan, memenuhi relung Masjid Agung Al Anwar dan alun alun serta memadati gang dan ruas jalan. Beliau dimakamkan di belakang masjid agung Pasuruan. Ribuan umat menziarahinya setiap waktu mengenang jasa dan cinta beliau kepada umat.

Seperti kebanyakan para kiai, Kiai Hamid banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secaara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain.

Diantara ijazah beliau adalah:
1. Membaca SURAT AL-FATIHAH 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.
2. Membaca HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL sebanyak 450 kali sehari semalam.
3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.
4. Membaca kitab DALA’ILUL KHAIRAT. Kitab yang berisi kumpulan shalawat.
5. Wirid rutin AL-WIRD AL-LATHIF dan RATIB AL-HADDAD. Dua wirid yang diajarkan oleh Kyai Hamid dan diwariskan hingga sekarang kepada para santri dan keluarganya.
Terakhir, berikut Syiir doa beliau yang pernah dimuat di KWA
بسم الله الرّحمن الرّحيم
يَا رَبَّنا اعْتَرَفْنا * بِأَنَّنَا اقْتَرَفْنَا
Wahai Tuhan kami! kami mengakui telah berbuat dosa
وَاَنَّنَا اَسْرَفْنَا * عَلَى لَظَى اَشْرَفْنَا
Sungguh kami telah melampaui batas dan kami hampir masuk neraka ladho
فَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةْ * تَغْسِلْ لِكُلِّ حَوْبَةْ
Maka berilah kami taubat, sucikanlah kami dari segala dosa
وَاسْتُرْ لَنَا الْعَوْرَاتِ * وَاَمِنِ الرَّوْعَاتِ
Tutuplah segala keburukan kami, amankanlah dari segala ketakutan
وَاغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا * رَبِّ وَمَوْلُوْدِيْنَا
Wahai Tuhan ampunilah orang tua kami dan anak-anak kami
وَالْاَلِ وَالْاِخْوَانِ * وَسَائِرِالْخِلَّانِ
Ampunilah keluarga, teman-teman dan semua saudara
وَكُلِّ ذِيْ مَحَبَّةَ * أَوْ جِيْرَةٍ أَوْ صُحْبَحْ
Ampunilah kekasih, tetangga dan semua sahabat
وَالْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعْ * اَمِيْنَ رَبِّ اِسْمَعْ
serta semua muslim, Wahai Tuhan semoga Kau dengar kau kabulkan
فَضْلًا وَجُوْدًا مَّنَّا * لَا بِاكْتِسَابٍ مِنَّا
Dengan anugrah, kemurahan, dan kemuliaanMu, bukanlah sebab usaha kami
بِاالْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ * نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ
Dengan wasilah Rasul Terpilih, kami peroleh segala permintaan
صَلَّى وَسَلَّمْ رَبِّ * عَلَيْهِ عَدَّ الْحَبِّ
Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Rasul sebanyak bijian (sebanyak-banyaknya).
وَاَلِهِ وَالصَّحْبِ * عَدَدَ طَشِّ السُّحْبِ
Kepada dan keluarganya sebanyak rintikan hujan yang turun
وَالْحَمْدُ لِلْاِلَهِ * فِيْ الْبَدْءِ وَالتَّنَاهِى
Segala puji bagi Allah dari permulaan dan penghabisan

MEMBONGKAR SISI GELAP HABIB RIZIEQ

Tidak ada komentar:
Bib, tidak banyak orang tahu kalau orang tua ente, almarhum Habib Husein Syihab merupakan anggota Pandu Arab yang ikut berjuang mengusir penjajah Belanda di Indonesia…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau orang tua ente pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) dan membantu suplai makanan dan obat-obatan untuk pejuang kemerdekaan…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ayah ente pernah ditangkap. Kedua tangannya diikat dan diseret dengan kendaraan Jeep, dipenjara dan divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang meskipun bagian pantatnya tertembak…

Bib, kini ayahmu mewariskan darah juang untukmu berbhakti kepada Indonesia dengan membawa misi agama dan kemanusiaan…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente, pasukan putih dan aparat setempat telah banyak menutup tempat maksiat, perjudian, pelacuran dan narkoba…

Bib, tidak banyak orang tahu bahwa ente dan pasukan putih adalah evakuator mayat terbanyak, 100 ribu jenazah, ketika terjadi Tsunami di Aceh, membangun kembali masjid dan musholah, dan menginap di kuburan selama berbulan-bulan lamanya…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente dan pasukan putih menjadi garda terdepan dalam membantu korban bencana alam, banjir, longsor dan gempa bumi dengan dasar kemanusiaan…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente bekerja sama dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Ribuan rumah miskin di puluhan kampung Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, dan Gresik, berhasil dibedah tanpa memandang apa agama mereka…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente bekerja sama dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Ribuan pengikut Ahmadiyah taubat dan masuk Islam. Seperti di Tenjo Waringin Tasik, 800 warga Ahmadiyah kembali pada Islam…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente pernah bekerja sama dengan almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar RI. Tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika selama ditafsirkan secara benar dan lurus. Maka itu Mantan Menteri Dalam Negeri Indonesia Gamawan Fauzi pernah mengimbau agar Kepala Daerah bisa menjalin kerja sama dengan ormas ente…

Bib, tidak banyak orang tahu ente sering mengirim bantuan kepada saudara kita yang teraniaya di Palestina dan negeri lainnya…

Bib, tidak banyak orang tahu kalau ente dan Sejumlah Pemda di berbagai Daerah bekerjasama dalam program kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan, pemberantasan hama pertanian, penghijauan lahan gundul, dan sebagainya…

Bib, tidak banyak orang tahu saat ini ente dan pasukan putih sedang melakukan upaya pencegahan banjir Jakarta dengan mereboisasi daerah hulu sungai yang mengarah ke DKI di Pesantren Agrikultural dareah kaki Gunung Pangrango, Megamendung Puncak. Dengan menanam sekitar 40 ribuan pohon dan target 300 ribu pohon tahun ini tertanam di sana. Sehingga dua tahun kedepan ada satu juta pohon untuk reboisasi hutan di mana daerah tersebut ada empat aliran sungai yang mengarah ke Jakarta…

Bib, tidak banyak orang tahu, mungkin tidak mau mencari tahu atau pura-pura tidak tahu karena alasan kebencian yang mendalam atau karena dalam setiap kegiatan engkau tidak membawa segerombolan wartawan…

Bib, yang benci biarlah bertahan dengan kebenciannya, biarlah mereka menilai engkau radikal, garis keras, pasukan nasi bungkus, intoleran, teroris dan sebagainya. Biarlah…itu bukan urusan ente, biarlah menjadi urusan mereka dengan Tuhannya…

Bib, ane tahu ente dan pasukan putih hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna. Berbenahlah dengan kritikan dan bijaklah menyikapi segala perbedaan…

Bib, lanjutkan berbuat yang terbaik untuk negeri ini, bergandeng bersama dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika.”

Bib, semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah baikmu, melindungimu, menjaga kesehatanmu dan menjauhimu dari fitnah dan marabahaya…
Aamiin..

. (Diambil dari berbagai sumber).
Catatan Redaksi: Redaksi sengaja memberi tambahan kata ‘Sisi Gelap’ dengan tanda kutip karena sisi inilah yang sering tak dilihat orang lain yang membenci Habib Rizieq. Bagi para pembenci, hal-hal baik dalam diri Habib Rizieq sudah tak bisa dilihat. Sudah digelapkan.

» Terima Kasih sudah membaca :Inilah ‘Sisi Gelap’ Habib Rizieq bin Husein Syihab yang banyak orang Indonesia Tidak Tahu !
Jika Artikel ini bermanfaat yuk sebarkan !
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melimpah..

 Intinya dari awal fpi muncul yg menolak
1.AHLI MAKSIAT
2.PKI/TURUNANNYA
3.KAFIR HARBI
4.ULAMA2AN

Hati habib rizieq bagaikan gunung, tidak pernah goyah di terpa apapun. YANG HAQ DIKATAKAN HAQ, YANG BATHIL DIKATAKAN BATHIL !!

Seandainya habib rizieq ingin hidup damai bergelimang uang itu gampang, cukup jadi penjilat pemerintah. Tapi beliau mengambil resiko hidupnya dan keluarganya jadi ancaman DEMI RAKYAT KECIL DAN UMAT ISLAM..

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin

LAPORAN SINGKAT RAPAT LINTAS ORMAS TENTANG PERPPU NO.2 TH 2017

Tidak ada komentar:
Setelah memperhatikan pengantar rapat dari KH. Bachtiar Nasir; pandangan hukum dari Dr. Kapitra Ampera SH, MH., Munarman, SH, MH. dan Ahmad Michdan, SH, MH. ; Pandangan utusan pimpinan ormas dan lembaga dakwah seperti Dewan Dakwah, PERSIS, HTI, IKADI, Hidayatullah, Majelis Mujahidin, KMJ, BKSPPI Bogor, Pimpinan Pesantren Asy Syafiiyah Jakarta; juga laporan adanya penolakan terhadap PERPPU 02/2017 dari PUI, Al Washliyah, Mathlaul Anwar, Al Irsyad, Parmusi, SI dan lain lain; maka Rapat Kordinasi Lintas Ormas dan Lembaga Dakwah merekomendasikan :

1. Seluruh ormas dan lembaga dakwah yang kontra terhadap PERPPU 02/2017 hendaklah melakukan upaya penolakannya melalui jalur legal konstitusional yaitu permohonan Judisial Review ke MAHKAMAH KOSTITUSI dan desakan ke DPR agar menolak PERPPU tetsebut.

2. Perlu adanya tim atau forum rapat yang fokus dan terus mengkordinasikan langkah langkah penolakan dari berbagai kalangan agar menjadi gerakan perlawanan hukum yang efektif sampai PERPPU benar benar dibatalkan.

3. Mengingat PERPPU itu sudah berlaku sejak ditandatangani dan
diundangkannya, maka pengajuan permohonan JR ke MK harus
dilakukan secepatnya baik secara perormas mau pun gabungan ormas sebelum PERPPU itu memakan korban pembubaran ormas tertentu.

4. Perlu diadakannya konsultasi, edukasi dan sosialisasi hukum tentang mekanisme dan prosedur pengajuan permohonan JR ke MK secara benar menurut peraturan perundang undangan yang berlaku.

Jakarta, 21 Syawal 1438/14 Juli 2017.
Forum Kordinasi Ormas Untuk Hak Berserikat dan Keadilan.
(Forum Ormas Penolak PERPPU)

DR. Jeje Zaenudin
(Koordinator)

PESAN INDAH MBAH MAIMUN

Tidak ada komentar:

K.H Maimun Zubair Dawuh, jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah...barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia...barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI....SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.
Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari kita selalu berusaha dg Pikiran dan prilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin...

📷 Kang Wahyudi

Sabtu, 15 Juli 2017

Definisi Ukhuwah Lintas Generasi

Tidak ada komentar:
Makna Ukhuwah berarti Persaudaraan, yang maksudnya adanya perasaan simpati dan empati antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak memiliki satu kondisi atau perasaan yang sama, baik sama suka maupun duka, baik senang maupun sedih. Jalinan perasaan ini menimbulkan sikap timbal balik untuk saling membantu bila pihak lain menglami kesulitan, dan sikap saling membagi kesenangan.
Lintas Generasi dalam artian Ukhuwah  disini tidak hanya dalam satu generasi melainkan dari generasi sebelumnya dan yang akan datang (Turun Temurun)
 
back to top