Minggu, 27 Agustus 2017

UPACARA BENDERA dan PEMBAGIAN HADIAH

Tidak ada komentar:
Al Ilyasi Tambelangan, (28/08). Setiap hari Senin kita kerap melihat anak-anak sekolah berseragam lengkap, baju rapi ditambah dasi dan tak lupa topi.  Bahkan sebagian ada yang mengenakan seragam putih-putih.  Rutinitas yang kerap kita temui setiap hari Senin di sekolah-sekolah adalah upacara bendera hari Senin.
Di tengah rutinitas SMP dan SMK Al Ilyasi selama satu minggu yang terus berkutat di bawah buku-buku pelajaran, akan ada satu hari di mana mereka diajak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa-raga mereka untuk merebut kemerdekaan.
Upacara bendera hari senin di SMP dan SMK Al Ikyasi adalah sebuah aktivitas yang mencerminkan nilai-nilai luhur.  Hanya saja saat ini Upacara tersebut tak lebih dari sekedar formalitas yang bersifat perayaan sehingga esensi dari upacara bendera tersebut kurang terinternalisasi ke dalam diri setiap siswa. Pada dasaranya banyak nilai-nilai yang dapat menumbuhkan rasa kecintaan di dalam diri setiap siswa melalui upacara bendera, khususnya rasa nasionalime.  Melalui upacara bendera sesungguhnya siswa diajak untuk bersama-sama memahami esensi dari perjuangan para pahlawan. Kita diajak untuk berpanas-panas dibawah terik matahari adalah sebagian kecil dari contoh bagaimana kita diajak untuk ikut merasakan perjuangan para pahlawan.
Pembagian tugas pelaksana upacara yang dilakukan per kelas adalah salah satu upaya agar siswa juga memiliki rasa tanggung jawab akan arti kemerdekaan. Melalui upacara bendera siswa juga diajarkan untuk disiplin. Pada dasarnya upacara bendera adalah salah satu kegaiatan yang perlu dijaga disetiap sekolah.
Dalam waktu kurang lebih 45 menit siswa diajak untuk kembali menerawang sejarah perjuangan bangsa ini. Benar kata Bung Karno Jangan sekali-kali melupakan sejarah, Jasmerah. Melalui upacara bendera kita akan diajak melihat sejarah bangsa kita sendiri.
Upacara bendera ini sekaligus pemberian hadiah kepada para Siswa-siswi SMP dan SMK Al Ilyasi yang telah sukses meraih prestasi dalam rangka memeriahkan lomba memperingati HUTRI-72.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Negeri Tanpa Pajak Hanya Islam yang Bisa

Tidak ada komentar:
Negeri Tanpa Pajak Hanya Islam yang Bisa
Oleh: Ust. Budi Ashari, Lc

Ribut-ribut soal pajak. Pajak merupakan penopang terbesar APBN Indonesia. Pembiayaan terbesar negara ini berasal dari pajak. Sehingga negara ini sangat bergantung pada pajak untuk pembangunan dan penggajian pegawainya.

Tapi seiring dengan itu bermunculan para pegawai pajak yang kaya raya, walau hanya bergaji kecil. Lembaga pajak pun dinobatkan sebagai salah satu lembaga paling korup di negara muslim ini. Padahal disinyalir yang ditangkap baru tikus kecil. Para pemimpinnya berlaku bak pahlawan yang sedang mengusir dan membantai tikus.

Para ahli bicara. Semua memberi komentar. Kalimat paling standar pun muncul; kalau di rumah ada tikus, bunuh tikusnya jangan bakar rumahnya. Belum pernah ada yang berani sekadar berwacana: Negeri Tanpa Pajak. Walau sekadar berwacana. Tidak para ahli itu. Tidak para pengamat. Tidak para motivator yang biasa mengajak orang keluar dari kebiasaan. Tidak pemimpin agama.

Yang ada justru berbagai macam jenis pajak terus bermunculan. Pemerintah yang berhasil mengumpulkan pajak paling banyak sebagai income negara dianggap yang paling sukses. Saking liarnya wacana pajak, rakyat kecil yang hanya berjualan di sepanjang trotoar pun diwacanakan harus dipajaki. Nah, di sinilah dahsyatnya iman dan ilmu. Kalau sulit dijumpai orang yang sekadar berwacana tentang negeri tanpa pajak. Pembahasan kita ini bukan saja wacana. Bahkan merupakan iman! Dan telah teruji secara empiris!!!

Pajak, Warisan Romawi dan Persia

Dua negara adidaya itu yang mengajari tentang pajak. Berbagai macam pajak diwajibkan kepada rakyat. Tidak peduli apakah mereka tersiksa atau sekarat. Hidup semakin sulit. Sementara harta terkumpul di istana. Pantas saja, dua imperium besar itu layak dan harus ditutup. Karena kekuasaan yang dibangun di atas kedzaliman. Dan hanya Islam yang mampu menutupnya. Di zaman Khalifah adil *Umar bin Khattab*, keduanya berhasil tutup buku!

Berikut ini penjelasan Prof. Dr. Akram Dhiya’ dalam ‘Ashr al Khilafah Ar Rasyidah tentang Romawi,
“Adapun keadaan ekonominya, riba dan penimbunan adalah merupakan asas aturannya. Kaisar Heraklius mewajibkan pajak-pajak baru terhadap penduduk wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaan Romawi, untuk menutup hutang besar pembiayaan perang dengan Persia.”

Selanjutnya, Akram menjelaskan dampak pajak-pajak yang semakin membuat income negara semakin besar tetapi membuat rakyat semakin sengsara,
“Emperium Bizantium mengalami penurunan drastis disebabkan oleh semakin besarnya berbagai pungutan dan pajak. Penurunan pada aktifitas bisnis, diabaikannya sektor pertanian dan semakin berkurangnya bangunan-bangunan.”

Akram menukil tulisan Alfred J. Butler dari bukunya Arab Conquest of Egypt sebagai penguat hal tersebut,
“Cukuplah untuk menjelaskan bagaimana Emperium Romawi mengatur wilayah-wilayahnya dengan melihat tulisan Butler tentang pengaturan Mesir:
(Romawi di Mesir menetapkan pajak jiwa juga pajak-pajak yang jenisnya banyak sekali.)

Dia juga menjelaskan:
(Tidak diragukan lagi, pajak-pajak Romawi di luar kemampuan masyarakatnya. Dijalankan tanpa mempedulikan asas keadilan.)

Dia kembali menjelaskan:
(Pemerintahan Romawi di Mesir hanya memiliki satu tujuan yaitu mengumpulkan harta sebanyak-sebanyaknya dari rakyat untuk pundi-pundi bagi para penguasa.)"

Akram juga menukil literatur lain tulisan William J. Durant sebagai penguat:
(Bahkan masyarakat asli Romawi sendiri merasa keberatan terhadap pajak-pajak tersebut, khususnya para petani yang terpaksa menjual tanah-tanah mereka untuk membayar pajak dan kemudian pergi meninggalkan kotanya.)

Keadaan ketika masyarakat tercekik oleh pajak yang digunakan untuk pesta para penguasa, membuat mereka berlari ketika ada alternatif lain. Apalagi yang datang bukan buaya sebagai pengganti singa. Benar-benar generasi cahaya.

Saat Amr bin Ash memimpin penaklukan Mesir, dia menjumpai masyarakat Mesir justru menyambut dengan baik kehadiran muslimin. Apalagi mereka telah mendengar keadilan muslimin begitu terkenal di seluruh dunia.

Amr bin Ash berangkat dari Paletina, masuk ke Mesir melalui Rafah, menuju Arisy terus ke Farma berikutnya Kairo dan Iskandariyah.

DR. Ali Ash Shalaby berkata,
“Amr maju (masuk Mesir) ke arah barat, dia tidak menemui pasukan Romawi kecuali setelah sampai di wilayah Farma. Adapun sebelum wilayah itu, masyarakat Mesir menyambutnya ucapan selamat datang dan kegembiraan.”

Sebenarnya ini ancaman bagi negeri manapun. Masyarakat yang sudah muak dengan pajak yang semakin menyulitkan dan para penguasa yang berpesta, mereka akan segera menumpahkan kesetiaannya bagi kekuatan yang membebaskan mereka dari perpajakan. Untuk itulah setelah Amr bin Ash berhasil membuka Mesir, dia resmi mengumumkan ditutupnya pajak. Dan begitulah diberlakukan di seluruh dunia kekhilafahan saat itu.

Penghapusan Pajak di Pemerintahan Nuruddin Az Zenky

Nuruddin Az Zenky adalah seorang penguasa muslim yang hebat. Menegakkan aturan Islam di masyarakat. Menjaga keutuhan negara dari berbagai serangan; baik dari sekte-sekte sesat dan pasukan salib. Dialah yang berhasil menyatukan kembali Syam yang terkoyak karena perpecahan dan akhirnya lemah di hadapan musuh Islam. Negara menjadi tempat yang nyaman untuk beraktifitas ekonomi. Keamanan, kemakmuran, berawal dari keadilan dan jihad Nuruddin Mahmud Az Zenky. DR. Ali Ash Shalaby menulis buku:
عصر الدولة الزنكية
ونجاح المشروع الإسلامي بقيادة نور الدين محمود
الشهيد في مقاومة التغلغل الباطني والغزو الصليبي

(Pemerintahan Zenky
Keberhasilan Gerakan Islam dipimpin Nuruddin Mahmud Asy Syahid menghadapi Kebatinan dan Perang Salib)

Salah satu konsep Nuruddin Az Zenky membangun keadilan, kebesaran dan kemakmuran negara adalah dengan dihilangkan semua bentuk pajak dan pungutan. Seluruh wilayahnya; Syam, Jazirah Arab, Mesir dan lainnya tadinya harus mengeluarkan pajak dengan besaran hingga mencapai 45%. Pengumuman resmi kenegaraan disampaikannya di seluruh wilayah, di masjid-masjid. Inilah yang dibacakan oleh Nuruddin di Mosul tahun 566 H di hadapan masyarakat:
وقد قنعنا من الأموال باليسير من الحلال، فسحقا للسحت، ومحقاً للحرام الحقيق بالمقت، وبعداً لما يبعد من رضا الرب، وقد استخرنا الله وتقربنا إليه بإسقاط كل مكس وضريبة في كل ولاية لنا بعيدة أو قريبة ومحو كل سنة سيئة شنيعة، ونفي كل مظلمة فظيعة وإحياء كل سنة حسنة .. إيثاراً للثواب الآجل على الحطام العاجل

“Kami rela dengan harta yang sedikit tapi halal, celakalah harta haram itu, sungguh celaka. Jauh dari ridho Robb. Kami telah istikhoroh kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan menghapus segala bentuk pungutan dan pajak di semua wilayah; yang dekat ataupun yang jauh. Menghilangkan semua jalan buruk, meniadakan setiap kedzaliman dan menghidupkan setiap sunnah (jalan) yang baik...lebih memilih balasan di kemudian hari di bandingkan kehancuran yang segera.”

Tak hanya membacakan resmi keputusan baru negara di setiap wilayahnya. Tetapi Nuruddin juga memohon kepada para khatib-khatib di masjid-masjid untuk menyampaikan permohonan maaf negara atas pungutan dan pajak yang selama ini diambil.

Pemerintahan Nuruddin Zenky selanjutnya memberikan ancaman hingga hukuman mati bagi siapapun pejabat yang masih melakukan pungutan atau pajak.

Pasti kemudian muncul pertanyaan: dari mana, negara membiayai semua kegiatannya.

Islam mempunyai jawaban yang sangat lengkap. Sumber pemasukan negara yang ditetapkan Islam halal dan berkah. Kehalalan dan keberkahan lah yang membuat negara justru menjadi lebih banyak pemasukannya.

Tulisan ini belum membahas detail masalah itu. Dan justru di sinilah pentingnya para ulama hari ini menyuguhkan konsep jelas dan detailnya.

Tetapi mari kita dengarkan hasil global yang diperoleh oleh pemerintahan Nuruddin.

DR. Ali Ash Shalaby menjelaskan,
“Hasil yang lazim setelah itu, masyarakat menjadi lebih giat untuk bekerja. Para pebisnis mau mengeluarkan harta-harta mereka untuk terus berbisnis. Pungutan yang sesuai dengan syariat justru berlipat-lipat lebih banyak dibandingkan pungutan haram.”

Kemudian dia menukil kalimat Ibnu Khaldun:
“Perlakuan tidak baik terhadap harta masyarakat, akan melenyapkan harapan mereka dalam mengembangkan harta mereka. Karena mereka sadar, ujungnya uang mereka akan hilang dari tangan. Jika ini terjadi, maka mereka akan cenderung menahan diri untuk berkarya. Tergantung seberapa besar kedzaliman terhadap mereka, sebesar itulah mereka menahan diri dari pengembangan harta. Maka rugilah pasar-pasar, gedung-gedung dan rusaklah keadaan..... kedzaliman terhadap harta masyarakat, kehormatan, darah dan rahasia mereka menyebabkan keguncangan dan kerusakan sekaligus. Negara pun runtuh dengan cepat."

Hasil baik dari penghapusan pajak yang sering tidak diduga di zaman egois seperti ini adalah peran orang-orang kaya terhadap masyarakat miskin. Terbentuklah masyarakat yang saling menanggung dan menjamin seperti yang terjadi di pemerintahan Nuruddin Zenky. Hal ini mereka lakukan karena meneladani pemimpin negara sekaligus mengharap balasan dari Allah. Sehingga bermunculanlah swadaya untuk membangun sekolah-sekolah, masjid-masjid, rumah-rumah yatim dan sebagainya.

So, solusi itu memang hanya ada di Islam.

Negeri tanpa pajak bukanlah wacana. Negeri tanpa pajak adalah solusi pembangunan yang benar-benar membangun.[]

Senin, 21 Agustus 2017

Pesan Misterius Mimpi Juru Kunci Dan Ancaman

Tidak ada komentar:
Beredar sms yang berbunyi:
Ass.wr.wb. Tlg jangan dhapus sms ini dari Bp KH HABIB juru kunci gedung MEKAH ia bermimpi ketemu NABI MUHAMMAD Rosulullah SAW, dlm mimpiitu beliau brpesan, kuatkan Akidah dalam ibadah. Krna dunia sudah goyang dan tua, jangan tnggalkan sholat. Tolong sebarkan sms ini ke 20 muslim, insya ALLAH dlm wktu 10 hari kamu akan dapat rizki besar, dan bila tidak disebarkan maka kamu akan menemukan kesulitanyang tidak henti2nya (demi ALLAH terbukti)...
SMS ini sudah beredar sejak th 2011, dengan nama yang berbeda-beda. Kadang namanya Bp Kholil, sekarang Bp KH Habib. Memang ini adalah kerjaan orang iseng yang lucunya diikuti oleh orang-orang ahli copy paste.
Sambil iseng dipikir pikir ada benernya juga kalau liat pesannya bahwa kita memang harus menguatkan aqidah, dan jangan meninggalkan sholat, karena dunia memang sudah goyang dan tua.
Masih dalam posisi iseng iseng mikir : Bp. KH HABIB ini bapaknya siapa coba?Di Mekah pastilah banyak gudang, mungkin ada gudang kurma, mungkin juga ada gudang beras dan gudang gudang lainnya, lalu Bp. KH HABIB ini pegang kunci gudang apaan ya?

Iseng iseng mikirnya berlanjut ke harapan dan ancamannya untuk menyebarkan SMS ini ke 20 orang muslim :
Siapa sih yang ngga mau dalam jangka waktu 10 hari kita bakal dapet rezeki besar, apalagi emang hari ini lagi bokek ... ya mau lah,.
Tapi.....kalau ngga disebarkan bakalan dapet kesulitan yang ngga berenti berenti, sebegitu murkanyakah ALLAH kepada yang menerima SMS ini bila tidak menyebarkan SMS ini ke 20 orang muslim? bukan soal 20 orang muslimnya, tapi hari ini saya lagi ngga punya pulsa hehehe.
Jawaban ilmiahnya:
Pertama:
Pengakuan siapa saja di masa sekarang ini yang mengaku bertemu Rasulullah sama sekali tidak bisa diyakini kebenarannya. Orang yang pernah melihat Rasulullah adalah generasi para sahabat, sementara pada masa sekarang ini tidak ada yang pernah bertemu Rasulullah. Lantas, bagaimana mungkin orang yang bermimpi itu bisa menyimpulkan bahwa sosok yang ditemuinya dalam mimpi adalah Rasulullah? Orang yang bermimpi itu hanya menduga-duga saja, tidak bisa dijamin kebenarannya alias diragukan.
Kedua:
Mimpi bukanlah sumber hukum Islam. Sumber hukum Islam adalah Al Quran, Al Hadis, dan yang disahkan keduanya yaitu Ijma’ sahabatdan qiyas. Dalam mempelajari hadis kita akan menemukan istilah sanad dan perawi. Jika perintah itu berasal dari mimpi bertemu “nabi”, lantas bagaimana sanad dan perawinya? Tentu sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan dari sudut pandang ilmu hadits. Bahkan, kata-kata dari mimpi itu tidak bisa dimasukkan dalam kitab hadis karena memang bukan hadis. Oleh karena itu, perintah dari mimpi tidak perlu dilaksanakan. Apabila perintahnya adalah kebaikan, misalnya memerintahkan untuk sholat, berzakat, naik haji,dan lain sebagainya, maka kita melaksanakannyabukan karena berdasar mimpi, tetapi karena memang ada perintah itu di dalam Al Quran dan hadis. Bukan karena mimpi. Apabila perintahnya adalah sesuatu yang bertentangan dengan hukum Islam, misalnya memerintahkan untuk menyembah yang selain Allah, berzina, mencuri, dan lain sebagainya, maka wajib ditinggalkan. Jika perintah dari mimpi-mimpi setiap orang kita anggap sebagai sumber hukum Islam, maka akan rusaklah ajaran agama Islam ini. Setiap orang bisa saja mengaku bermimpi nabi yang mengatakan ini-itu. Akan timbul banyak aliran sesat di tengah-tengah masyarakat.
Ketiga:
Saat ini memang sering ditemukan adanya sms dan selebaran yang memerintahkan ini-itu. Katanya perintah itu berasal dari seseorang yang bermimpi bertemu nabi. Kita disuruh menyebarluaskan perintah itu kepada sekian orang. Kalau kita tidak menyebarkannya, maka kita akan sial. Jika anda menemukan sms dan selebaran yang seperti itu, nasihatilah yang memberikannya kepada anda. Jika anda tidak tahu dari siapa, maka buanglah jauh-jauh. Anda tidak perlu menyebarkannya karena berartianda ikut menyesatkan banyak orang. Berarti pula anda ikut bertanggung jawab alias menanggung dosanya.

Ingatlah, bahwa percaya kepada sms yang bisa memberikan manfaat atau mudharat, ini adalah kesyirikan. Dan ganjaran dari perbuatan syirik adalah neraka jahanam.

Semoga anda tidak bingung lagi dengan sms/selebaran tidak bertanggung jawab seperti sms di atas itu.

4 Golongan Lelaki Yang Akan Ditarik Masuk Ke Neraka Oleh Wanita

Tidak ada komentar:
4 Golongan Lelaki Yang Akan Ditarik Masuk Ke Neraka Oleh Wanita
1. Ayahnya
Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan solat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar solat dan puasa kepadanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bahagian dari Neraka.

2. Suaminya
Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan isteri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.

Jika suami membiarkan isteri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah solatnya yang tidak pernah tinggal, suami adalah yang puasanya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.

Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan isteri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.

3. Adik beradik Lelakinya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada adik beradik lelakinya (kakak, pakcik). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau anak saudara mara dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.

Duhai lelaki yg mempunyai adik beradik perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Kerana kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.

4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak lelaki tidak menasihati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengadu domba, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.

Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Kerana ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.

Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Tidak ada komentar:
Ketika masyarakat menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan pandangan keagamaan, para ulama Nahdlatul Ulama selalu hadir memberikan jawaban dan sudut pandang. Seperti yang dilakukan para kiai Jombang. Mereka bahkan membuat forum musyawarah khusus, membahas berbagai persoalan, saling menyodorkan dalil, dan menjawab kegelisahan.

Dipimpin KH M Bisri Syansuri salah satu pendiri NU), para kiai Jombang tercatat beberapa kali mengadakan forum Musyawarah Ulama Jombang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Pengurus 'Imarah Masjid Jami' Kauman Utara Jombang.

Hasil dari musyawarah itu terbit menjadi buku berjudul “Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang” (Keputusan Musyawarah Ulama Jombang) yang berisikan lima puluh masalah agama. Di antara masalah yang dijawab adalah soal hormat terhadap bendera merah putih yang jamak dilakukan di zaman itu.

Menjawab tentang hormat bendera Merah Putih, tersebutlah dalam tanya jawab bernomor 17, sebagai berikut:


“Bagaimana hukum hormat bendera merah putih lambang negara RI sebagaimana yang berlaku ketika upacara bendera merah putih diadakan?”

Jawaban:

Mengingat bahwa bendera sang merah putih sebagai lambang negara RI  itu merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia, maka hukum menghormati bendera itu adalah boleh, sebab disamakan dengan diperbolehkannya mencium peti (tabut) yang diletakkan di atas maqam para wali untuk diambil barokahnya.

Keterangan dari kitab:

Hasyiah al-Bajury 'ala Syarh Ibn Qasim,

ويكره تقبيل القبر واستلامه، ومثله التابوت الذي يجعل فوقه، وكذلك تقبيل الأعتاب عند الدخول لزيارة الأولياء إلا إن قصد به التبرك بهم فلا يكره

Buku Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang  yang memuat jawaban tentang persoalan tersebut diterbitkan pada 15 April 1981 M/ 10 Jumadil Akhir 1401 H dan ditandatangani oleh Ketua Musyawarah Ulama Jombang KH Mahfudz Anwar dan sekretarisnya H Abd. Aziz Masyhuri.

Adapun para ulama Jombang itu adalah:
1. K.H. M. Bisri Syansuri
2. K.H. Adlan Aly
3. K.H. Mahfudz Anwar
4. K.H. Syansuri Badawy
5. K. Muhdlor
6. K.H. Mansur Anwar
7. K.H. Abdul Fattah Hasyim
8. K.H. Cholil
9. K.H. Syansun

(Yusuf Suharto)

* Dikutip dari buku Hasil Keputusan Bahtsul Masa'il PCNU Jombang 2002-2015 Disertai Muqorrorot Ulama Jombang 1981
 
back to top